TREND SISTEM CERDAS 5 TAHUN KEDEPAN
IT – 41– Gab
Anggota Kelompok :
Riyanto (1303170022)
Indra Jaya Kusuma (1303174059)
Rafli Noveri Alfariji (1303170060)
Hosea Albert – (1303170051)
Tesla Autonomous Car
Oleh
Riyanto (1303170022)
Tesla pada dasarnya akan memiliki kendaraan self-driving yang sepenuhnya otonom, CEO Elon Musk mengatakan dalam sebuah video yang direkam untuk konferensi AI China. Dan itu dapat dicapai dengan teknologi yang ada di dalam pengiriman Tesla. Elon Musk "Saya tetap yakin bahwa kita akan memiliki fungsi dasar untuk otonomi Level lima selesai tahun ini, Saya pikir tidak ada tantangan mendasar yang tersisa untuk otonomi Level lima" [1].
Pada level awal yaitu level 0 self-driving dimana tingkatan tersebut kontrol manusia lengkap, setiap tingkatan 1-5 memiliki perubahan secara sistem, semakin besar tingkatan semakin autonom atau kontrol sistem autonomy lengkap dengan kata lain tidak memerlukan kemudi dari manusia yang diperlukan, saat ini tesla biasanya mengirim dianggap masih level 2 sampai 3.
perlu diketahui tentang level 0-5. Perbedaan terbesar adalah bahwa, mulai dari Level tiga, sistem mengemudi otomatis menjadi mampu memantau lingkungan mengemudi.
Level 0: Manusia mengontrol ruang kemudi seperti: kemudi, rem, gas dll.
Level 1: Pada tingkatan 1 ini bantuan pengemudi masih sebagian fungsi dikontrol oleh pengemudi, tetapi fungsi tertentu (seperti kemudi atau akselerasi) dapat dilakukan secara otomatis oleh mobil.
Level 2: Di Level dua, setidaknya satu sistem bantuan kaki dari pedal pada saat yang sama," menurut SAE. Namun, pengemudi harus selalu siap untuk mengendalikan kendaraan.kaki dari pedal pada saat yang sama," menurut SAE. Namun, pengemudi harus selalu siap untuk mengendalikan kendaraan.
Level 3: pada level ini pengemudi masih akan campur tangan jika perlu. Jim McBride, ahli kendaraan otonom di Ford, mengatakan ini adalah "demarkasi terbesar adalah antara Level tiga dan empat." Level tiga yang melibatkan mentransfer kontrol dari mobil ke manusia. "Kami tidak akan meminta pengemudi untuk segera campur tangan - itu bukan proposisi yang adil," kata McBride.
Level 4: Kendaraan level empat "dirancang untuk melakukan semua fungsi mengemudi keselamatan dan memantau situasi dan kondisi jalanan ." Namun, penting untuk dicatat bahwa ini terbatas pada "domain desain operasional (ODD)" kendaraan - yang berarti tidak mencakup setiap skenario mengemudi.
Level 5: Ini mengacu pada sistem sepenuhnya-otonom yang mengharapkan kinerja kendaraan sama dengan pengemudi manusia, dalam setiap skenario mengemudi - termasuk lingkungan ekstrim seperti jalan tanah yang tidak mungkin dinavigasi oleh kendaraan tanpa pengemudi dalam waktu dekat.
Ilustrasi sistem autonomy milik Tesla
https://www.youtube.com/watch?v=TMhYf36Y-Yg
Gambar 4 kendali sistem saat jalan
Review Video YouTube :
Tesla memiliki pembaruan baru tesla lebih focus pada aspek AI (Artificial intelligence) dari pada pengambilan keputusan eksplisit biasanya, jadi ketika tesla autopilot melihat tanda berhenti itu berhenti di tanda tetapi ini tidak akan berhasil, karena tidak ada kondisi tertentu yang tidak memungkinkan untuk mencapai otonomi level lima dari pada pendekatan sederhana, tesla menggunakan kumpulan datanya untuk memantau manusia yang sebenernya reaksi dan meng-copy reaksi tersebut setiap scenario.
Perubahan dalam pendekatan tesla disebut perangkat lunak 2.0 yang perlahan-lahan mengambil alih perangkat lunak 1.0 dalam pembaruan perangkat lunak tesla yang akan datang, dengan perluasan perangkat lunak 2.0 di autopilot tesla, tesla menjadi lebih baik dalam menemukan objek 3D peningkatan ini akan memungkinkan tesla untuk lebih memahami lingkungan dan bereaksi dengan benar misalnya tesla autopilot sekarang mampu melewati lampu hijau dengan baik dari pada sebelumnya. Pada dasarnya apa yang akan kita lihat diperbaharuan autopilot yang akan datang adalah penulisan ulang dasar yang lebih mengandalkan jaringan saraf dan reaksi manusia dan masih banyak masalah kecil yang sedang diperbaiki, pembaharuan yang akan datang dapat membuat Tesla membawa ke dalam sistem sepenuhnya autonomous.
Gambar 5. Graph Automasi Kendaraan
Delivery Drones
Oleh
Indra Jaya Kusuma (1303174059)
Pada disaat kondisi dunia yang sedang melewati cobaan yang disebabkan oleh pandemi, Delivery Drones adalah salah satu sistem cerdas yang dapat menggarap perhatian lebih daripada biasanya, karena dengan perkembangan teknologi ini dapat membantu salah satu aspek logistik yang saat ini sedang terganggu oleh pandemi[2].Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengakselerasi perkembangan teknologi tersebut ialah dengan mengintegrasikan Internet of Things.
Salah satu kegunaaan Internet of Things yang biasa diterapkan adalah digunakan untuk membuat interkoneksi antar dua atau lebih banyak alat-alat untuk jaringan dan feedback antar alat tersebut. Salah satu cara Internet of Things dapat mengevolusikan teknologi Delivery Drones dengan mengandalkan teknologi Blockchain bersamaan dengan IoT. Menggunakan Device IoT yang dipasang di drone, device tersebut yang tersambung langsung melalui Blockchain maka yang hanya diperlukan adalah input yang dapat dilakukan melalui drone.
Gambar 6. Desain Drone Menggunakan IoT dan Blockchain
Gambar 7. Drone dapat mengirim pesan terenkripsi ke pihak yang bersangkutan.
Pada setiap pengiriman terdapat lebih tidak hanya pengirim yang penerima yang terlibat, pihak lainnya seperti manufacturer,insuransi, pihak berwenang juga dapat menerima data dari drone. Disini Blockchain dapat berfungsi sebagai komunikasi terdistribusi yang akan digunakan antar drone. Hal ini diperlukan agar drone dapat terkordinir secara otomatis.
Contoh Kasus Penerapan Drone Delivery Service :
https://www.youtube.com/watch?v=jEbRVNxL44c
Rwanda adalah salah satu Negara yang terdapat di afrika selatan. Negara berkembang ini telah menggunakan teknologi Drone Delivery untuk berbagai hal untuk membantu perputaran ekonomi hingga menyelamatkan jiwa. Dokter di Rwanda sering menggunakan Drone Delivery untuk mengirim darah dan barang medis lainnya.
Drone Delivery Service di Rwanda hanya memakan waktu rata-rata 5 menit dari barang di order lalu diterbangkan untuk dikirim. Ziplines lah yang menemukan cara yang efektif untuk menerbangkan drone dengan cepat yaitu dengan memindahkan sirkuit GPS dari drone ke battery sehingga sirkuit tersebut akan selalu hidup dah tersambung dengan sistem, hanya dengan inovasi ini telah memotong waktu sebanyak 10 menit sebelum penerbangan drone.
Gambar 8&9. GPS Sirkuit dimasukkan ke battere
Trobosan lainnya yang ditemukan oleh Zipline adalah cara untuk mempercepat proses preflight checkup. Solusi yang digunakan Zipline adalah menggunakan QR Code yang tersambung control servis drone. Lalu aplikasi yang digunakan juga memiliki Computer Vision Algorithm agar sistem dapat mengambil keputusan apakah drone siap untuk terbang.
Gambar 10&11. QR Code dan aplikasi untuk konfirmasi
Terobosan terahir dari Zipline adalah membuat railing yang membantu lepas landasnya drone sebelum terbang. Railing yang dipasang menggunakan motor elektrik untuk mengakselerasi drone mencapai kecepatan yang diperlukan. Paket yang dibawa drone akan dijatuhkan pada ketinggian aman dengan pemaketan yang baik untuk menghindari kerusakan. Lalu ketika drone kembali untuk mendarat, Drone telah dilengkapi kail(hook) dibelakang drone untuk ditangkap alat yang telah dibuat Zipline. Effectively, Zipline telah membuat bandara kecil khusus Drone
Gambar 12&13 Railing & Paket
Gambar 14&15 Hook pada drone untuk landing.
4D Printing
Oleh
Rafli Noveri Alfariji (1303170060)
4D printing adalah proses dimana objek cetak 3D yang bisa mengubah dirinya sendiri menjadi struktur lain karena adanya pengaruh masukan energi eksternal seperti suhu, cahaya , dan rangsangan lingkungan lainnya. Teknologi ini merupakan proyek dari MIT Self-Assembly LAB. Tujuan dari proyek ini untuk menggabungkan teknologi dan desain dalam menciptakan self-assembly dan di program teknologi bahan yang bertujuan untuk re-imageing konstruksi, manufaktur , perakitan produk, dan kinerja.
Berdasarakan kebutuhan dan tuntutan situasi, bagian elektromekanis atau bagian yang bergerak. Fenomena perubahan bentuk objek 3D printing ini didasarkan pada kemampuan material untuk berubah seiring waktu sebagai respons terhadap rangsangan tertentu, dan tidak memerlukan campur tangan manusia untuk membantu prosesnya.
Munculnya 4D printing dari 3D printing
3D Printing atau disebut dengan percetakan 3D memiliki Teknik pembuatan aditif, dan dianggap sebagai salah satu inovasi di bidang manufakur modern. Ini telah sepenuhnya mengubah cara suku cadang/komponen dan peralatan diproduksi di insutri, Bersama dengan desain dan pengembangannya. Percetakaan 3D memungkinkan produsen dan peniliti untuk mengembangkan bentuk dan struktur kompleks, yang sebelumnnya dianggap tidak mungkin dilakukan dengan metode fabrikasi tradisional. Teknologi percetakan 3D telah menyaksikan kemajuan yang berkelanjuan selama 3 dekade terkahir dan berkembang secara drastis. Terlepas dari kemampuannya untuk membuat desain multi-material yang kompleks, terinspirasi oleh bio percetakan 3D belum siap untuk diadopsi dalam manufaktur skala besar.
Perbedaan antara 3D printing dan 4D printing
Jika 3D printing memiliki pengulangan struktur yang 2D, lapis demi lapis dalam jalur cetkanya, dari bawah ke atas, lapis demi lapis dalam jalur cetak, dari bawah ke atas, lapis demi lapis pada volume 3D dibuat. 4D printing ini bisa disebut sebagai 3D printing yang berubah seiring waktu. Maka dimensi keempatnya adlaha waktu. Jadi teknologi 4D printing ini sebuah terobosan besar dari teknologi 4D printing melalui 3D printing untuk kemampuannya merubah bentuk dari waktu ke waktu.
Gambar 16.
Objek 4D printing dicetak seperti 3D printing lainnya. Perbedaanya 4D printing menggunakan bahan yang bisa deprogram dan canggih yang melakukan fungsi yang berbeda menambahkan air panas, cahaya, dll.
Video : https://www.youtube.com/watch?v=MyK4BzbxcdU
Gambar 17.
Pada singkatnya 4D Printing mengacu pada objek cetak 3D yang memiliki kemampuan untuk membentuk ulang atau merakit dirinya sendiri seiring waktu. 4D printing ini Merupakan sebuah konsep yang di kembangkan Bersama strasys dan Autodesk. Ini melibatkan penempatan material yang kaku dan bisa diperluas secara strategis di samping satu sama lainnya. Dalam satu komponen cetak 3Dnya. Saat bahan yang dapat diperluas bersentuhan dengan air, mereka tumbuh hingga 200% dari volume aslinya, dan mengubah bentuknya dengan efektif. Memposisikan ulang material yang kaku di kedua sisinya. Material yang dapat diupgrade secara efektif membuat sambungan pada komponen yang diaktifkan dalam kondisi tertentu, menyebabkan seluruh komponen mengadopsi bentuk yang berbeda. Tergantung dengan bahan yang dapat diperluas yang digunakan, zat kontak diperlukan untuk mengubah bentuk bisa seperti air, atau bisa juga api, cahaya atau berbagai masukan energi yang sederhana. Software memungkikan untuk memprogram komponen setelah objek tersebut telah dibuat. 4D priniting ini digunakan dalam beberapa bentuk pipa air agar dapat memperbaiki sendiri dalam pipa yang ukurannya berubah ubah ke aliran air atau di katup air,suhu panas atau suhu dingin. Selain pipa ia juga memiliki potensi dalam pengobatan, pakaian dan alas kaki untuk berapdatasi dengan iklim.
FLYING CAR BY AIRBUS
Oleh
Hosea Albert - 1303170051
Ketika jalanan tak mampu lagi menampung kendaraan, maka langit pun menjadi solusinya. Wujudnya berupa mobil terbang. Gambaran akan masa depan mungkin dapat terbayangkan salah satunya dengan munculnya mobil terbang seperti yang kita bisa saksikan pada film-film fiksi ilmiah. Mungkin itu hanya akan menjadi isapan jempol belaka, mungkin juga tidak. Populasi penduduk dunia bertambah pesat dan diperkirakan pada tahun 2030, dengan 60 persen dari populasi dunia akan tinggal di perkotaan. Dampak buruk yang muncul salah satuya adalah kemacetan lalu lintas kronis.
Persentase jalanan tidak lagi mampu mengimbagi pertumbuhan jumlah kendaraan sehingga muncul sebuah ide akan mobil terbang seperti di film. Kegelisahan akan masalah transportasi di masa depan ditangkap oleh Airbus dan diwujudkan dalam sebuah ide yakni mobil terbang. Bahkan perusahaan pembuat pesawat asal Eropa ini sudah memiliki prototipe yang akan diharapkan bisa diujicoba tahun depan. Harapannya bahwa 10 tahun ke depan mobil terbang bisa diproduksi secara massal. Wahana yang dikembangkan sebagai kendaraan otonom ini disebut sebagai proyek Vahana dan sedang dikembangkan oleh A3 salah satu grup milik Airbus yang bermarkas di Silicon Valley. "Berbagai ragam teknologi yang dibutuhkan, seperti baterai, motor, dan avionik untuk menjalankan mobil terbang ini," tutur Kepala Pengembangan Vahana Rodin Lyasoff. “Sistem deteksi dan menghindari yang diperlukan untuk pesawat untuk beroperasi otonom sekarang sudah dikembangkan pada mobil, sehingga realisasi mobil terbang ini kian dekat,” jelasnya. "Itu salah satu tantangan besar kami bertujuan untuk menyelesaikan sedini mungkin," tambah Lyasoff.
Perlu diketahui pula bahwa tentunya diperlukan faktor pendukung lain seperti peraturan jalur terbang dan berbagai ketentuan yang lainnya. Sebagai gambaran sistem terbang otonom ini tengah diujicobakan pada drone yang mampu mengangkut kargo di wilayah kampus National University Of Singapore. Lyasoff mengatakan bahwa model yang tengah dikembangkan berfokus pada angkutan massal. Perusahaan seperti Uber pun sangat tertarik dengan konsep mobil terbang ini. Namun tidak menutup kemungkinan kelak muncul versi mobil pribadi.
Gambar 18.
Perusahaan aviasi Airbus bekerja sama dengan rumah desain Italdesign Giugiaro pada gelaran Geneva Motor Show 2017. Keduanya memperkenalkan konsep Pop.Up, mobil kompak yang bisa terkoneksi dengan delapan baling-baling dan membuatnya melayang ke angkasa. Mekanismenya mirip drone, yang memanfaatkan delapan rotor baling-baling dan mengangkat kamera dan modul pengatur pada bagian tengah untuk mengabadikan gambar dari angkasa. Pop.Up merupakan mobil kompak dua penumpang, dibangun menggunakan serat karbon. Bahan sama juga digunakan pada sistem tambahan berupa baling-baling. Selain itu, semua daya yang digunakan kendaraan ini diperoleh dari asupan baterai. Idenya, adalah mengatasi kondisi macet di kota-kota besar. Jadi pengoperasiannya tergantung dari keputusan sistem artificial intelligence yang digunakan, apakah cocok untuk berkendara di jalan atau terbang di angkasa. Menariknya, ketika terbang sistem penggerak roda empat akan ditinggalkan dan kabin penumpang melayang bersama baling-baling. Kelebihan kendaraan ini, adalah kemampuannya mendarat dan terbang secara gerak vertikal layaknya helikopter, sehingga relatif ideal untuk berbagai lokasi. Para pencipta mengatakan kendaraan ini bisa mendarat di stasiun atau pusat kendaraan massal. Tetapi, bukan mustahil juga mungkin bisa diajak langsung parkir di gedung apartemen atau perkantoran lantai atas. Meski masih bersifat konsep, tetapi nama Airbus sudah bukan pemain baru di dunia aviasi. Sedangkan, Italdesign Giugiaro merupakan rumah desain yang telah menghasilkan berbagai karya mobil-mobil ternama di dunia, antara lain Maserati MC12 di 2004, generasi pertama Volkswagen Golf (1974), Scirocco (1974), Passat (1973), dan Audi 80 (1974).
https://www.youtube.com/watch?v=ZaKD6LYj5eE
Gambar 19
Gambar 20
Gambar 21
Referensi :
Tesla Autonomous Car – Reviewer : Riyanto (1303170022)
[1] https://m.weibo.cn/status/4524840852491962?#&video
https://www.youtube.com/watch?v=TMhYf36Y-Yg
https://www.forbes.com/sites/johnkoetsier/2020/07/09/elon-musk-tesla-will-have-level-5-self-driving-cars-this-year/#155b46192d1d
https://www.techrepublic.com/article/autonomous-driving-levels-0-to-5-understanding-the-differences/
https://www.thedetroitbureau.com/2020/07/tesla-very-close-to-level-5-autonomy-claims-musk/
https://iottechnews.com/news/2020/jul/09/musk-tesla-achieving-level-5-autonomous-driving/
Drone Delivery – Reviewer : Indra Jaya Kusuma (1303174059)
[2] https://www.thejakartapost.com/news/2020/07/14/pandemic-disrupts-food-distribution-across-country-minister-says.html
https://www.youtube.com/watch?v=jEbRVNxL44c
https://www.iotforall.com/drone-delivery-system/
https://www.rolandberger.com/en/Point-of-View/Cargo-drones-The-future-of-parcel-delivery.html
https://jungleworks.com/how-iot-enables-mobility-in-last-mile-deliveries-via-drones/
4D Printing – Reviewer : Rafli Noveri Alfariji (1303170060)
https://www.youtube.com/watch?v=MyK4BzbxcdU
https://www.sculpteo.com/en/3d-learning-hub/best-articles-about-3d-printing/4d-printing-technology/
https://www.futurebridge.com/industry/perspectives-mobility/4d-printing-the-technology-of-the-future/
https://www.tonergiant.co.uk/blog/2017/12/4d-printing/#:~:text=How%20does%204D%20printing%20work,shape's%20exact%20angles%20and%20dimensions
Flying Car – Reviewer : Hosea Albert - 1303170051
https://www.youtube.com/watch?v=ZaKD6LYj5eE https://otomotif.kompas.com/read/2017/03/09/084200115/konsep.mobil.terbang.dari.airbus.memukau https://www.dw.com/id/konsep-mobil-terbang-atasi-kemacetan/a-37865701





Comments
Post a Comment